JAKARTA, AFU.ID — Perjalanan rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjelang demo DPR pada 27 Agustus 2026 berlangsung secara bertahap dari Pati menuju Jakarta. Rombongan awal sempat berada di depan kompleks parlemen sebelum berpindah ke kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Sejumlah unggahan publik memperlihatkan mereka kemudian singgah di kediaman keluarga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Sebanyak 11 warga Pati tiba lebih dahulu di depan Gedung DPR/MPR RI pada Jumat. Mereka berangkat menggunakan dua mobil dan menempuh perjalanan hampir sehari untuk mencapai Jakarta. Rombongan tersebut membawa spanduk, perlengkapan aksi, serta logistik untuk mempersiapkan kedatangan peserta lainnya.
Di depan Gedung DPR, rombongan memasang kain berisi desakan agar pemerintah dan parlemen memperkuat pemberantasan korupsi. Mereka juga sempat menata kardus air mineral dan kebutuhan peserta di taman kecil sekitar kawasan parlemen. Lokasi itu direncanakan menjadi tempat konsolidasi menjelang puncak aksi pada Kamis (27/8/2026).
Rombongan awal kemudian meninggalkan kawasan DPR setelah terdapat kelompok lain yang menggelar kegiatan dan bertahan di sekitar lokasi. Perpindahan dilakukan untuk menghindari potensi gesekan antarkelompok sekaligus mencari tempat beristirahat yang lebih aman. Setelah meninggalkan Senayan, mereka menuju kawasan Ciganjur dengan pengawalan sejumlah pengemudi ojek daring.
Video dan foto yang beredar secara terbuka di Instagram, Threads, X, serta YouTube memperlihatkan rombongan AMPB bergerak menuju kediaman keluarga Gus Dur. Keterangan yang menyertai sejumlah unggahan menyebut lokasi tersebut digunakan sebagai tempat singgah sementara. Afu.id belum memperoleh konfirmasi terpisah dari pihak keluarga Gus Dur mengenai pengaturan tempat beristirahat bagi rombongan tersebut.
Sementara rombongan awal berada di Jakarta, peserta tambahan mulai diberangkatkan dari Pati menggunakan sejumlah bus dan kendaraan pribadi. Laporan terbuka menyebut jumlah bus yang disiapkan berkisar antara empat hingga lima unit, tetapi jumlah akhirnya belum terkonfirmasi secara seragam. Massa diberangkatkan secara bertahap dengan membawa spanduk, perlengkapan aksi, dan kebutuhan perjalanan.
AMPB akan membawa dua tuntutan utama ke depan Gedung DPR RI. Mereka mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset dan mendorong penerapan hukuman mati terhadap pelaku korupsi. Tuntutan tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui aksi di Pati dan pernyataan terbuka sejumlah pengurus AMPB.
Aksi 27 Agustus tidak hanya akan diikuti rombongan dari Pati. Sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat lain juga mengumumkan rencana menyampaikan aspirasi di kawasan parlemen dengan tuntutan yang berbeda. Isu RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi menjadi salah satu agenda yang muncul dalam rencana kegiatan tersebut.
Polda Metro Jaya telah menyiapkan pelayanan dan pengamanan menjelang rangkaian aksi di sekitar Gedung DPR. Jumlah personel, rekayasa lalu lintas, dan pengalihan arus akan disesuaikan dengan perkembangan jumlah peserta di lapangan. Kepolisian juga meminta masyarakat tetap tenang karena aktivitas di Jakarta masih berjalan normal.
Rombongan AMPB dijadwalkan bergabung di sekitar Gedung DPR untuk mengikuti puncak aksi pada 27 Agustus. Perjalanan dari Pati, konsolidasi di Senayan, perpindahan ke Ciganjur, dan kedatangan peserta tambahan menjadi bagian dari persiapan kelompok tersebut. Penyelenggara serta peserta aksi diminta menjaga ketertiban dan memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tanpa merusak fasilitas umum. (RHU)