Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Dari Macklemore hingga Dua Lipa, Ini Deretan Musisi Dunia Konsisten Bela Kemerdekaan Palestina
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Beberapa musisi internasional, termasuk Macklemore, Dua Lipa, Zayn Malik, dan Ariana Grande, secara aktif menunjukkan dukungan mereka terhadap kemerdekaan Palestina, terutama dalam konteks konflik di Gaza. Kontroversi muncul ketika Macklemore dihapus dari tur Ed Sheeran setelah menyampaikan pernyataan pro-Palestina di atas panggung, yang memicu solidaritas dari musisi lain. Selain itu, berbagai aksi, seperti perubahan lirik lagu, pengibaran bendera Palestina, dan keterlibatan dalam kampanye gencatan senjata, menunjukkan bagaimana industri musik menjadi platform untuk menyuarakan isu kemanusiaan dan politik terkait Palestina.
Anggota grup musik Inggris, Massive Attack, membentangkan bendera Palestina dalam konser di The Star Teather, Singapura, 29 Juli 2026. (Dok. Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID — Kontroversi mencuat dalam tur Ed Sheeran di Amerika Serikat setelah Macklemore tidak lagi menjadi penampil pembuka menyusul pernyataannya tentang Palestina di atas panggung. Keputusan itu diambil setelah promotor dan pemilik venue disebut menolak menggelar pertunjukan jika rapper tersebut masih masuk dalam daftar penampil. Situasi tersebut lalu diikuti pengunduran diri sejumlah musisi lain yang dijadwalkan tampil dalam rangkaian tur sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore dan Palestina.
Macklemore menyampaikan dukungannya kepada Palestina saat tampil di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026 dan menyerukan kebebasan bagi Palestina. Ia juga membawakan Hind's Hall, lagu yang dirilis sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina dan terinspirasi dari kisah Hind Rajab. “Seniman tidak boleh dibungkam ketika mereka bersuara untuk membela orang-orang yang tertindas,” tulis Finneas di Instagram pribadinya.
Peristiwa tersebut memperlihatkan kembali bagaimana panggung musik digunakan sejumlah musisi untuk menyampaikan sikap mengenai konflik Israel-Palestina. Dukungan itu hadir dalam beragam bentuk, mulai dari unggahan media sosial, penggalangan dana, perubahan lirik, penggunaan simbol Palestina, hingga keterlibatan dalam kampanye gencatan senjata. (RAI)
Dua Lipa menjadi salah satu penyanyi pop yang berulang kali menyampaikan dukungan terhadap rakyat Palestina di tengah perang di Gaza. Pada Agustus 2025, ia menampilkan pesan "Free Palestine" dalam penampilannya di Sunny Hill Festival, Kosovo, sebagai bagian dari sikap terkait situasi kemanusiaan di Gaza.
Zayn Malik
Zayn Malik telah menyuarakan dukungan terhadap Palestina jauh sebelum perang Gaza dalam beberapa tahun terakhir menjadi isu besar di industri hiburan global. Pada Juli 2014, ketika masih menjadi anggota One Direction, Malik mengunggah tagar "#FreePalestine" di media sosial dan unggahan tersebut mendapat perhatian luas. Pernyataan itu memicu reaksi keras dari sebagian pengguna media sosial, sekaligus menunjukkan bahwa sikap Malik terhadap isu Palestina telah disampaikan secara terbuka sejak lebih dari satu dekade lalu.
Ariana Grande
Ariana Grande tercatat sebagai salah satu nama dalam daftar pendukung Artists4Ceasefire, gerakan yang menyerukan perlindungan warga sipil dan gencatan senjata dalam konflik Israel-Palestina. Namanya tercantum bersama sejumlah figur industri hiburan lainnya dalam daftar resmi organisasi tersebut. Keterlibatan itu menempatkan Grande di antara musisi yang menggunakan dukungan publiknya untuk menyampaikan seruan terkait situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.
Robert Del Naja Massive Attack
Robert Del Naja, vokalis Massive Attack yang dikenal dengan nama 3D, menyampaikan dukungan terhadap Palestina melalui keterlibatannya dalam aksi protes di London. Pada April 2026, ia termasuk di antara ratusan orang yang ditangkap dalam demonstrasi yang menentang pelarangan Palestine Action di Inggris. Del Naja mengatakan dirinya tetap menghadiri aksi tersebut meski menyadari adanya kemungkinan konsekuensi terhadap karier dan aktivitas tur musiknya.
Sikap tersebut kembali menjadi sorotan setelah Massive Attack mendapat larangan tampil di Singapura akibat mengibarkan bendera Palestina dan menyampaikan pesan politik dalam konser di Star Theatre pada 29 Juli 2026. Pemerintah Singapura melalui kepolisian dan IMDA menyatakan grup tersebut tidak akan memperoleh izin untuk menggelar pertunjukan di negara itu pada masa mendatang.
Green Day
Green Day membawa isu Palestina ke panggung Coachella 2025 melalui perubahan lirik yang dilakukan Billie Joe Armstrong saat membawakan "Jesus of Suburbia". Armstrong mengganti salah satu bagian lagu dengan lirik yang merujuk pada anak-anak Palestina dan kondisi perang di Gaza. Aksi tersebut menjadi salah satu momen politik yang menonjol dalam penampilan utama Green Day di festival musik California itu.
Coldplay
Coldplay juga memiliki sejumlah keterkaitan dengan musisi dan karya seni dari Palestina. Salah satunya terlihat melalui lagu "Arabesque" yang melibatkan grup musik Palestina Le Trio Joubran serta terinspirasi dari kunjungan Chris Martin ke Palestina pada 2017. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan Coldplay terhadap musik lintas budaya dan tema perdamaian yang kemudian berkembang dalam sejumlah karya mereka.
Bring Me The Horizon
Bring Me The Horizon menggunakan panggung Reading Festival pada Agustus 2025 untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Saat membawakan "Throne", Oliver Sykes dan anggota band lainnya mengibarkan bendera Palestina di hadapan penonton. Momen tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang paling banyak disorot dari penampilan grup rock asal Sheffield itu di festival tersebut.
Billie Eilish
Billie Eilish juga termasuk dalam daftar pendukung Artists4Ceasefire yang menyerukan perlindungan warga sipil dan perdamaian di kawasan Israel-Palestina. Sebelumnya, Eilish tampil dalam ajang Oscar 2024 dengan mengenakan pin "Artists4Ceasefire", simbol kampanye yang digunakan sejumlah pekerja industri hiburan untuk mendukung seruan gencatan senjata.