Bantah Klaim Keamanan Raja Ampat, Greenpeace Desak Penutupan Total Tambang Nikel dan Evaluasi Status Wilayah Pertambangan
Greenpeace Indonesia secara tegas menanggapi klaim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait kondisi industri ekstraktif di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Organisasi lingkungan tersebut menilai kawasan yang dikenal sebagai "surga terakhir di Bumi" dan Cagar Biosfer UNESCO itu masih berada di bawah ancaman serius aktivitas pertambangan. Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas, menegaskan, riset lapangan menemukan bukti kuat Raja Ampat belum sepenuhny



















